CUPCAKE GRESIK

Tuesday, 23 October 2012

Penyebab dan Solusi Tawuran Antar Pelajar

     Tawuran antar pelajar memang sudah tidak lagi menjadi hal yang jarang terjadi di kota-kota besar di Indonesia, terutama di Jakarta. Fenomena ini bisa terjadi karena banyak hal, dimulai dari hal sepele, hingga hal yang besar, yang notabenenya pantas untuk dijadikan bahan masalah yang sebenarnya. Masalah yang sering terjadi pada umumnya adalah tindakan vandalisme di fasilitas umum ataupun pribadi, saling meledek ketika di angkutan umum, perselisihan pendapat dan bahkan hanya sekadar iseng untuk mencari kesenangan semata.

     Apakah hal tersebut pantas untuk dijadikan kesenangan ? Menurut saya pribadi, tidak. Memang hal yang memacu adrenalin sangat menyenangkan untuk dinikmati, tapi banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menikmati hal-hal yang 'berbahaya'. Kelogisannya, keuntungan dan kekurangannya, resikonya dan banyak hal lain yang seharusnya dipikirkan terlebih dahulu sebelum menikmati kesenangan yang memacu adrenalin.

     Banyak sekali yang bertanya apakah ada solusi untuk mengurangi bahkan meniadakan tawuran antar pelajar yang selama ini meresahkan warga sekitar dan orang tua siswa ? Banyak sekali solusi-solusi yang disebutkan pakar psikolog untuk mengurangi tawuran antar pelajar ini. Tapi apakah cara itu berhasil ? Sampai saat ini pun masih sering sekali terjadi tawuran antar pelajar. Dalam seminggu bisa saja terjadi tiga sampai empat kali tawuran antar pelajar di ibukota. Berikut adalah penyebab dan solusi tentang tawuran antar pelajar yang dipaparkan beberapa sumber yang saya dapat.

Perhatian Orangtua
     Mungkin ini adalah tindakan kecil yang sangat berdampak besar pada gejolak jiwa seorang anak. Kurangnya perhatian diberikan orangtua kepada anaknya seringkali membuat jiwa seorang anak terguncang, keinginan anak untuk mengekspresikan perasaannya menjadi melenceng. Hal tersebutlah yang menyebabkan konflik di dalam kejiwaan seorang anak. Berlebihnya perhatian orangtua juga dapat menyebabkan keinginan seorang anak untuk berontak, meskipun hal tersebut masih bergantung pada lingkungan main yang biasa disinggahi oleh sang anak. Maka untuk itu, peran orangtua sangatlah penting untuk mengurangi keinginan sang anak untuk berontak. Berikanlah kasih sayang dan perhatian yang disangka cukup untuk anak, berilah ia kebebasan untuk berekspresi tapi tetap berada dalam wawasan orangtua.

Pihak Sekolah
    Pihak sekolah pun seharusnya dapat menjadi peranan penting untuk mengurangi fenomena tawuran. Pihak sekolah berhak dan memiliki otoritas untuk memberikan hukuman dan tindakan kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Pihak sekolah pun seharusnya memberikan ketegasan kepada siswa yang melanggar aturan tentang tawuran. Bukan malah dibiarkan dan menganggap hal tersebut adalah sebuah tradisi.

Lingkungan Main
     Setiap pelajar memiliki prilaku yang berbeda, dan setiap prilaku yang terbentuk pada tiap-tiap pelajar merupakan cerminan dari lingkungan permainan yang biasanya dilakukan oleh pelajar tersebut. Pepatah mengatakan, 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga', dari situ sudah terjelaskan bagaimana peranan lingkungan pertemanan seorang anak sangat berpengaruh bagi prilakunya. Usia muda adalah usia yang sangat rentan untuk tergoyahkan batinnya, seorang kawan memberikan usulan, maka sang anak akan melakukannya. Menjalin pertemanan kepada siapapun tidaklah dilarang, tapi setiap tindakan memiliki batasannya tersendiri.

Sumber :
http://ocehanburung.blogdetik.com/tag/solusi-tawuran/
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/28/064432422/Said-Agil-Santri-Itu-Jauh-dari-Tawuran
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/28/174432428/Psikolog-Traning-Solusi-Tawuran-SMA-6-dan-SMA-70

No comments:

Post a Comment