CUPCAKE GRESIK

Showing posts with label post lama. Show all posts
Showing posts with label post lama. Show all posts

Thursday, 17 January 2013

Isi Hati Seorang Atheis

seorang atheis yang hidup seorang diri
di dunia yang makin kejam
tak ada teman, tak punya Tuhan
kebingungan, tak tahu harus berbuat apa
serba salah

seorang atheis yang hidup sendiri
di dalam kepalanya
banyak sekali pertanyaan yang berkelebat
"Siapakah Aku ?
Untuk apakah Aku hidup ?
Kemanakah Aku ketika mati ?
Apa yang terjadi ketika Aku Mati ?"
tapi semua nihil
tak dapat jawaban, hanya angin menderu

seorang atheis yang hidup penuh dengan logika
mulai berteriak frustasi
"Hey semua, mengapa aku tak tahu siapakah aku ?
mengapa aku tak tahu kenapakah aku ada ?
siapakah yang menciptakan aku ?
siapakah dalang dari semua ini ?"

selaksa pertanyaan lagi merasuki pikirannya
untuk ke sekian kali ia tak dapat menjawabnya
"Mengapa aku tak tahu ?
Aku mengerti segala teori rotasi jagad raya
Aku mengerti segala teori perubahan alam
tapi mengapa Aku tak tahu untuk apa aku hidup ?
mengapa ? mengapa ? mengapa ?"

seorang atheis yang mulai frustasi
berharap menemukan jawaban dari pertanyaannya
berharap bertemu seseorang yang fasih
yang mengerti akan kegundahannya
yang mengerti akan kerisauannya
yang mengerti akan kebimbangannya
yang dapat menjawab semua pertanyaannya

maka tibalah Hidayah-Nya kepadanya
bagaikan turunnya hujan ditengah gurun pasir
menyejukkan hati dan mulai menjawab semuanya
bagaikan cahaya bulan ditengah gelapnya malam
menyinari setitik kegelapan dengan pelita yang hangat
bagaikan hembusan nafas seorang ibu kepada putranya
menemani dikala malam larut.
dikala angin kencang.
dikala roda kehidupan berputar.
dikala mendapatkan derita.
dikala mendapatkan nikmat.

seorang atheis yang mualaf
bersyukur tidak terjerumus selamanya didalam gua
tidak terkurung selamanya dalam penjara
tidak terhadang dengan silangan bambu

sekarang
seorang atheis yang frustasi tak ada lagi
hanyalah mualaf yang bersyukur akan arti hidup ini

Jakarta, 27 Agustus 2009
*G

Cinta Hampa

sungai mengalir dari hulu ke hilir
air menyusur dan menabrak batu di pinggir
getir. perih. tak ayal mencuat naik ke darat
mengintip salur terhalang sekat

hei kau para pemuja seorang raja
wujudmu menyerupai bintang kejora
bersorak. berteriak. coba hentikan waktu
agar kenangan lalu tak hilang dimakan waktu

pedih hati terasa layak teriris
cinta yang tak tergubris, tipis pun tak ada
cinta layaknya bangkai yang telah terkikis
dimakan belatung. semut. cacing. sampai habis

hei kau para pengejar cinta
apalah lagi arti sebuah strata
ketika rasa tercipta diantara kita
aku dan kamu. sama saja

Dark's Tears

Langit terlihat kelabu malam ini.
Entah cahaya rembulan bersinar terang
Atau mungkin kegelapan ragu membusungkan dadanya.

Kau yang biasanya terlihat arogan, kini kau terlihat suram.
Kau yang biasanya terlihat congkak, kini kau malah terinjak.
Ini bukan seperti dirimu.
Kembalilah, dan temani aku.

Oh bulan, hendaklah kau bersembunyi sedetik saja.
Biarkan aku bercerita dengannya, tentang mimpi dan harapan.
Tentang derita dan nestapa.
Tentang suka cita dan bahagia.
Tentang cahaya dan gelap.
Tentang negara dan keluarga.

Saat ini terasa semakin banyak untaian aksara yang terikat.
Terasa semakin kuat pusaran antara kemunafikan dan kebebasan.
Seakan penjara ini kian meluas untuk sedetik.
Tetapi menyempit untuk sekian abad.
Sayap-sayap pun mulai menusuk kalbu.
Hendak melipat, tapi tak dapat terkembang kembali.

28 Maret 2012
*G

Ratapan Sang Setan


aku lah penghilang suka mu
aku lah kebencianmu
aku lah pengendali amarahmu
peledakmu. egomu. nafsumu

kau tak bisa menghindar
ketika aku hadir di sekitar
aku merasuki kalbumu
tak ada yang memisahkan aku dari dirimu

semua sudah musnah ketika kau mengikuti bisikanku
teruslah terjatuh, dan terhenyak di dalam kenistaan
jangan pernah bangkit dan merasakan kebaikan
karena, fisikmu hidup tapi jiwamu aku habisi

aku ada untukmu, dan kau ada untuk tipuanku
muslihatku adalah jalan panjang untukmu
bisikanku adalah kata hatimu
nistaku adalah kehidupanmu
perkataanku adalah pedomanmu
aku adalah sifatmu

jangan pernah kau pergi dariku
ketika kau pergi, kau tak lagi merasakan nikmat
nikmatku nikmat dunia
kau tak perlu memikirkan masa depan
masa depanmu adalah abstrak
bisa kau rakit sesuai keinginanku

lalu sesalilah semua, tapi jangan perbaiki
mari kita bangun semua keburukan dari semua kebaikan
hancurkan kebaikan untuk keburukan yang abadi
kita adalah teman, kita adalah kawan

Jakarta, 16 Agustus 2010
*G