Langit terlihat kelabu malam ini.
Entah cahaya rembulan bersinar terang
Atau mungkin kegelapan ragu membusungkan dadanya.
Kau yang biasanya terlihat arogan, kini kau terlihat suram.
Kau yang biasanya terlihat congkak, kini kau malah terinjak.
Ini bukan seperti dirimu.
Kembalilah, dan temani aku.
Oh bulan, hendaklah kau bersembunyi sedetik saja.
Biarkan aku bercerita dengannya, tentang mimpi dan harapan.
Tentang derita dan nestapa.
Tentang suka cita dan bahagia.
Tentang cahaya dan gelap.
Tentang negara dan keluarga.
Saat ini terasa semakin banyak untaian aksara yang terikat.
Terasa semakin kuat pusaran antara kemunafikan dan kebebasan.
Seakan penjara ini kian meluas untuk sedetik.
Tetapi menyempit untuk sekian abad.
Sayap-sayap pun mulai menusuk kalbu.
Hendak melipat, tapi tak dapat terkembang kembali.
28 Maret 2012
*G
No comments:
Post a Comment