Laman resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (www.presidensby.info) yang mendapatkan serangan kemarin(9/1/2013) dinilai merupakan kejadian pengalihan alamat Internet Protokol atau IP Address, dan bukan aksi peretasan. Pelakunya diduga menggunakan sebuah hosting yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
"Ini bukan kejadian pertama, tapi tiap kali terjadi kami selalu mengambil langkah-langkah cepat untuk melakukan pemulihan agar publik bisa mengakses kembali," kata Daniel Sparringa, yang juga Pemimpin Redaksi situs Presiden SBY.
Penyerangan terhadap situs Presiden SBY terjadi setiap hari, tapi selalu bisa diatasi. "Serangan serupa juga terjadi pada situs-situs pemerintah di negara manapun. Hal ini biasa terjadi," tutur Daniel.
Menurut Menkominfo, peretasan internet di Indonesia setahun mencapai 36,6 juta. "Kita harus lebih berhati-hati!"
"Sebetulnya yang terjadi bukan hacking atau peretasan dalam situs presiden, tapi mengalihkan IP address yang ada di DNS yang ada di soft layer di Texas. Itu pun pulih dalam beberapa jam kemudian karena masih dalam tanggung jawabnya DNS server itu," ujar Tifatul,
Namun Kominfo bersama Bareskrim Mabes Polri akan bekerja sama mencari pelaku dan Tifatul yakin pelakunya masih bisa terlacak karena pelaku serangan bisa dilacak asalkan log server belum dihapus atau belum rusak.
Sumber : http://bit.ly/14ucZfA
No comments:
Post a Comment