CUPCAKE GRESIK

Tuesday, 29 January 2013

Sekolah Bertaraf Internasional, Baik atau Buruk ?

SEBAGAIMANA yang diamanahkan oleh pemerintah dalam UUD 1945 pada pasal 31 yang menyatakan, pertama, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Kedua, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ketiga, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan iman dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal tersebut seakan terlihat jelas bahwa pendidikan wajib diikuti oleh semua bangsa tanpa diskriminasi di dalamnya.

Jika kita lihat berita yang mengejutkan pendidikan nasional baru-baru ini tentang keputusan MK yang menghapuskan RSBI dan SBI, tentu timbul pelbagai pertanyaan. Apakah pendirian RSBI dan SBI masih layak diterapkan di Indonesia dengan mengacu pada pasal 31 tersebut? Kita bisa analisis dengan berbagai argumen dan fakta yang ada.

RSBI dan SBI pada awalnya terbentuk ketika keluarnya Pasal 50 ayat 3 UU No 20 tahun 2003. Pada tujuannya, RSBI dan SBI adalah bagus. Pemerintah melalui Kemendikbud menginginkan pendidikan di Indonesia bisa setara dengan negara lain. RSBI dan SBI pun menjamin kualitas pendidikannya karena didukung dengan kurikulum bertaraf Internasional dan fasilitas yang lengkap.

Seiring berjalan berjalannya waktu, penulis melihat bahwa lahir dampak negatif dari pendirian RSBI dan SBI bagi pendidikan nasional. Dampak negatif tersebut antara lain adalah, pertama, terjadi jurang pemisah antara siswa yang memiliki ekonomi ke atas dan siswa miskin. Pasalnya siswa miskin sulit menikmati pendidikan di RSBI dan SBI karena biayanya sangat tinggi. Kedua, tergerusnya rasa nasionalisme. Keharusan menggunakan bilingual bahasa Indonesia dan Inggris secara perlahan akan membuat nasionalisme bangsa melalui bahasa Indonesia berkurang karena jarang dipakai lagi. Ketiga, penghapusan bahasa daerah akan melunturkan budaya bangsa, karena para pelajar nantinya bisa lupa dengan budaya dan bahasa daerahnya sendiri.

Kebijakan Tanpa Kesiapan lapangan

Pemerintah melalui Direktorat pendidikan nasional hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkan UU tanpa kesiapan lapangan. Kebijakan pembentukan RSBI dan SBI yang dibuat pemerintah dengan kurangnya kesiapan lapangan tersebut ternyata berimplikasi kurang efektif bagi pembentukan RSBI dan SBI. Penulis mencatat ada beberapa ketidakefektifan dari kebijakan pembentukan RSBI dan SBI tersebut.

Pertama, dalam UU yang ada bahwa setiap kota dan kabupaten harus memiliki minimal satu RSBI dan SBI. Tentu kebijakan ini seolah memaksakan bagi kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Bisa kita lihat ketika kota dan kabupaten yang memiliki ekonomi terbelakang, tentu kebijakan ini akan mempengaruhi pendidikan di kota dan kabupaten tersebut. Takutnya dengan UU tersebut, kota dan kabupaten tidak terlalu siap untuk menyiapkan RSBI dan SBI. Jika terbentuknya RSBI dan SBI hanya dilakukan asal-asalan, tentu ini akan mempengaruhi kualitas RSBI dan SBI tersebut. Bisa jadi kualitas RSBI dan SBI yang ada di kota dan kabupaten tersebut masih kalah dengan kualitas sekolah reguler biasa yang ada di kota-kota besar yang notabene memiliki ekonomi yang sangat baik.

Kedua, terlihatnya pemanfaatan yang didapat dari dana orang tua siswa. Salah satu pemanfaatan dana tersebut adalah uang transpor kepada sekolah dan guru yang notabene adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sudah mendapatkan gaji cukup dan tunjangan yang cukup besar pula. Kemudian tentang dari dana yang disubsidi oleh pemerintah kepada RSBI dan SBI habis dengan begitu saja namun tidak sejalan dengan program sekolah. Kita bisa lihat program liburan para guru dan staf sekolah ke keluar negeri setiap tahun. Dana yang mereka pakai untuk liburan pun patut kita pertanyakan. Apakah murni dari kantong mereka atau memakai dana sisa subsidi sekolah.

Inti dari duduk perkara ini, penghapusan RSBI dan SBI harus kita sambut dengan bahagia bahwa dunia pendidikan kita akhirnya tidak memiliki garis pemisah antara si kaya dan si miskin kembali. Dan siswa yang tidak mampu bisa mengenyam pendidikan yang sama dengan siswa yang lainnya.

Sumber : http://bit.ly/Vv1kvH

Web Presiden Di Jebol Hacker !!





Laman resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (www.presidensby.info) yang mendapatkan serangan kemarin(9/1/2013) dinilai merupakan kejadian pengalihan alamat Internet Protokol atau IP Address, dan bukan aksi peretasan. Pelakunya diduga menggunakan sebuah hosting yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

"Ini bukan kejadian pertama, tapi tiap kali terjadi kami selalu mengambil langkah-langkah cepat untuk melakukan pemulihan agar publik bisa mengakses kembali," kata Daniel Sparringa, yang juga Pemimpin Redaksi situs Presiden SBY.

Penyerangan terhadap situs Presiden SBY terjadi setiap hari, tapi selalu bisa diatasi. "Serangan serupa juga terjadi pada situs-situs pemerintah di negara manapun. Hal ini biasa terjadi," tutur Daniel.

Menurut Menkominfo, peretasan internet di Indonesia setahun mencapai 36,6 juta. "Kita harus lebih berhati-hati!"

"Sebetulnya yang terjadi bukan hacking atau peretasan dalam situs presiden, tapi mengalihkan IP address yang ada di DNS yang ada di soft layer di Texas. Itu pun pulih dalam beberapa jam kemudian karena masih dalam tanggung jawabnya DNS server itu," ujar Tifatul,

Namun Kominfo bersama Bareskrim Mabes Polri akan bekerja sama mencari pelaku dan Tifatul yakin pelakunya masih bisa terlacak karena pelaku serangan bisa dilacak asalkan log server belum dihapus atau belum rusak.

Sumber : http://bit.ly/14ucZfA

Banjir !

  Banjir di Jakartaibarat kutukan yang harus ditanggung oleh masyarakat ibu kota. Betapa tidak, pembangunan Jakarta yang tak terkontrol dan tata kota yang jauh dari ideal mengakibatkan banjir di Jakarta saban tahun. Semua pihak bukannya mencari solusi yang tepat, tetapi malahan sibuk mencari "kambing hitam" siapa yang paling berdosa yang menyebabkan bah.

    Banjir di Jakarta menjadi lagu lama yang tiap tahun diputar lagi. Malahan Banjir di Jakarta bukannya kian surut, melainkan menjadi bencana progresif. Artinya, intensitas banjir dan area banjir di Jakarta kian meluas. Tak hanya satu wilayah saja yang terkena air bah, dahulu sebuah wilayah tak pernah kena banjir sekarang menjadi langganan Banjir di Jakarta tiap tahunnya. Itulah karakter bencana ekologi yang tiap tahun intensitasnya menjadi bertambah luas.

Penyebab Banjir di Jakarta
Beberapa penyebab banjir di Jakarta :

1. Penyebab Banjir di Jakarta - Rusaknya Tata Kota

Gencarnya pembangunan gedung-gedung bertingkat, seperti apartemen, mal dan sebagainya merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pembangunan kota yang tak mengindahkan blue print dan pemerintah daerah tak berdaya mengatur laju pembangunan gedung komersial menjadi penyebab rusaknya lingkungan hidup di ibu kota Indonesia.

Harusnya pemerintah daerah tegas melarang sebuah wilayah untuk dijadikan area komersial, tetapi kenyataan berbeda. Entah bagaimana caranyakokada pemodal kuat yang membangun wilayahlarangan membangun gedung. Apa pun alasanya, pengembangan seperti itu menyalahi tata ruang kota..

2. Penyebab Banjir di Jakarta -Rusaknya Penghijauan di Hilir

Rupanya yang rusak tak hanya di wilayah Jakarta saja, daerah-daerah hilir seperti Puncak, Cianjur, dan Bogorpun kondisinya sangat memprihatinkan. Daerah dataran tinggi dan hutan-hutannya banyak dibabat diubah menjadi lahan pertanian dan vila-vila. Padahal daerah tersebut merupakan penyangga ibukota agar tak banjir. Sekarang ini jika daerah hilir hujan deras, pasti terjadi banjir di Jakarta. Air bah kiriman datang tiba-tiba hingga menggenangibantaransungai di Jakarta.

3. Penyebab Banjir di Jakarta -Tergusurnya Situ dan Resapan Air

Fungsi utama situ yang ada di Jakarta adalah sebagai penampungan air hujan. Dahulu, Belanda membangun banyak sekali situ-situ. Karena kontur tanah Batavia sama seperti di Belanda, yakni permukaan air laut lebih tinggi dari daratan sehingga ketika hujan turun pasti banjir. Oleh karena itu, insinyur Belanda dahulu membangun kanal-kanal dan situ guna mengendalikan air hujan dan air rob agar tak banjir.
Namun sayangnya sekarang situ-situ itu sudah banyak yang diuruk untuk dijadikan perumahan maupun gedung bertingkat. Akhirnya tak ada tempat lagi untuk menampung limbasan air hujan. Akhirnya bisa ditebak banjir menjadi langganan di tempat tersebut.

4. Penyebab Banjir di Jakarta -Perilaku Buruk Masyarakat

Jakarta itu menjadi kampung raksasa, sedangkans ungai di Jakarta dijuluki sebagai WC terpanjang di dunia. Perilaku penduduk yang tinggal di bantaran sungai menjadi salah satu biang keladi rusaknya kondisi sungai di Jakarta. Mengapa begitu? Ya, perilaku membuang sampah sembarangan di sungai turut menyebabkan bencanaekologidi Jakarta..
Ribuan ton sampah ditumpahkan di sungai oleh penduduk di Jakarta. Walaupun tinggalnya di kota metropolis, ternyata perilakunya sangat kampungan. Hilangnya kesadaraan menjaga lingkungan memperburuk wajah kota..

5. Penyebab Banjir di Jakarta -Tak Ada Kesedaran dari Pemerintah dan Masyakarat

Pemerintah pun menjadi salah satu penyebab kerusakanlingkungandi ibu kota sehingga menyebabkan banjir di Jakarta setiap tahunnya. Bayangkan, Kota Jakarta sebagai ibu kota Indonesia yang seharusnya ditata dengan baik ternyata dicoret dengan wajah bopeng olehkebijakanngawur yang dikeluarkan pejabat daerah. Pemangku negara ini dengan mudahnya member izin pembangunan gedung-gedung komersial di sembarang tempat. Penggusuran tempat-tempat resapan begitu saja mudahnya tanpa memedulikan akibatnya kelak. Pemerintah tak bisa mengelak dari kesalahan yang dia lakukan. Bentuk tanggung jawabnya yang pasti membatasi izin pembangunan gedung komersial, memperbanyak tempat resapan air, dan memelihara kebersihan sungai.

Dampak Banjir di Jakarta
Berikut ini merupakan deretan imbas negatif dari banjir di Jakarta yang tiap tahun menghantui kehidupan penduduk di Jakarta. Mimpi buruk ini mampu melenyapkan harta dan nyawa siapa saja yang rumahnya terendam banjir.

Ekonomi. 
Salah satu kerugian dari banjir di Jakarta adalah kerugian finansial. Ketika banjir menggenang di Jakarta, dipastikan sendi-sendi perekonomian lumpuh. Jalur transportasi darat terbenam air bah sehingga mengganggu pasokan sembakod an merusak infrastruktur perekonomian di Jakarta. Tragisnya, kerugian yang sama selalu berulang-ulang setiap tahun gara-gara banjir. Jika dibiarkan berlarut-larut, Jakarta akan ditinggalkan investor asing karena bencana alam menjadi kendala besar bagi kehidupan bisnisnya.

Psikologi.
Gangguan psikologis merupakan salah satudampak banjir di Jakarta yang terasa bagi masyarakat di daerah langganan banjir. Orang akan cepat stres kalau setiap tahun terkena banjir. Tingkat stresnya lebih tinggi daripada penduduk di luar Jakarta. Tapi sayangnnya pemerintah tak pernah membantu masalah pemulihan psikologi bagi orang yang terkena bencana. Bentuk pertolongan seperti konseling psikologi dan pendekatan agama pun sangat penting membantu memulihkan mental dan spiritual korban para bencana.

Pekerjaan rumah pemerintah Kota Jakarta belumlah usai. Banyak sekali masalah lain di luar banjir di Jakarta yang belum terselesaikan dengan benar. Mari kita benahi ibu kota Indonesia agar tak ada lagi berita banjir di Jakarta.


sumber : http://www.anneahira.com/banjir-di-jakarta.htm

Roy Suryo Menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga

 



    Pada tanggal 15 Januari 2013 Roy Suryo dilantik sebagai Menteri Olahraga dan Pemuda oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Menpora yang lama Andi Mallarangeng. Ditunjuknya Roy Suryo sebagai Menpora yang baru menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa Roy Suryo tidak tepat menjabat sebagai Menpora yang baru dikarenakan latar belakangnya yang dinilai tidak sesuai. Sebelumnya Roy Suryo telah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjabat sebagai menpora yang baru. Setelah menjabat sebagai Menpora, Roy Suryo mengeluarkan pernyataan “Roy menyatakan KPSI dan PSSI tidak mungkin disatukan. Tindakan tegas berupa pembubaran bisa diambil pemerintah guna menghindari sanksi FIFA.”

“Jangan sampai dibubarkan FIFA. Kalau sampai dibubarkan kita akan mendapat sanksi sampai dua tahun” (http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/01/15/menelisik-pernyataan-menpora-roy-suryo-524444.html)

Bagaimanapun juga terpilihnya Roy Suryo sebagai Menpora yang baru memberikan harapan bahwa Indonesia bisa memiliki dunia olahraga yang lebih baik khususnya dalam menyelesaikan masalah yang ada di dalam PSSI, sehingga bisa memberikan hasil yang baik.

Sumber : http://bit.ly/X7j62l

Thursday, 17 January 2013

Isi Hati Seorang Atheis

seorang atheis yang hidup seorang diri
di dunia yang makin kejam
tak ada teman, tak punya Tuhan
kebingungan, tak tahu harus berbuat apa
serba salah

seorang atheis yang hidup sendiri
di dalam kepalanya
banyak sekali pertanyaan yang berkelebat
"Siapakah Aku ?
Untuk apakah Aku hidup ?
Kemanakah Aku ketika mati ?
Apa yang terjadi ketika Aku Mati ?"
tapi semua nihil
tak dapat jawaban, hanya angin menderu

seorang atheis yang hidup penuh dengan logika
mulai berteriak frustasi
"Hey semua, mengapa aku tak tahu siapakah aku ?
mengapa aku tak tahu kenapakah aku ada ?
siapakah yang menciptakan aku ?
siapakah dalang dari semua ini ?"

selaksa pertanyaan lagi merasuki pikirannya
untuk ke sekian kali ia tak dapat menjawabnya
"Mengapa aku tak tahu ?
Aku mengerti segala teori rotasi jagad raya
Aku mengerti segala teori perubahan alam
tapi mengapa Aku tak tahu untuk apa aku hidup ?
mengapa ? mengapa ? mengapa ?"

seorang atheis yang mulai frustasi
berharap menemukan jawaban dari pertanyaannya
berharap bertemu seseorang yang fasih
yang mengerti akan kegundahannya
yang mengerti akan kerisauannya
yang mengerti akan kebimbangannya
yang dapat menjawab semua pertanyaannya

maka tibalah Hidayah-Nya kepadanya
bagaikan turunnya hujan ditengah gurun pasir
menyejukkan hati dan mulai menjawab semuanya
bagaikan cahaya bulan ditengah gelapnya malam
menyinari setitik kegelapan dengan pelita yang hangat
bagaikan hembusan nafas seorang ibu kepada putranya
menemani dikala malam larut.
dikala angin kencang.
dikala roda kehidupan berputar.
dikala mendapatkan derita.
dikala mendapatkan nikmat.

seorang atheis yang mualaf
bersyukur tidak terjerumus selamanya didalam gua
tidak terkurung selamanya dalam penjara
tidak terhadang dengan silangan bambu

sekarang
seorang atheis yang frustasi tak ada lagi
hanyalah mualaf yang bersyukur akan arti hidup ini

Jakarta, 27 Agustus 2009
*G

Cinta Hampa

sungai mengalir dari hulu ke hilir
air menyusur dan menabrak batu di pinggir
getir. perih. tak ayal mencuat naik ke darat
mengintip salur terhalang sekat

hei kau para pemuja seorang raja
wujudmu menyerupai bintang kejora
bersorak. berteriak. coba hentikan waktu
agar kenangan lalu tak hilang dimakan waktu

pedih hati terasa layak teriris
cinta yang tak tergubris, tipis pun tak ada
cinta layaknya bangkai yang telah terkikis
dimakan belatung. semut. cacing. sampai habis

hei kau para pengejar cinta
apalah lagi arti sebuah strata
ketika rasa tercipta diantara kita
aku dan kamu. sama saja

Dark's Tears

Langit terlihat kelabu malam ini.
Entah cahaya rembulan bersinar terang
Atau mungkin kegelapan ragu membusungkan dadanya.

Kau yang biasanya terlihat arogan, kini kau terlihat suram.
Kau yang biasanya terlihat congkak, kini kau malah terinjak.
Ini bukan seperti dirimu.
Kembalilah, dan temani aku.

Oh bulan, hendaklah kau bersembunyi sedetik saja.
Biarkan aku bercerita dengannya, tentang mimpi dan harapan.
Tentang derita dan nestapa.
Tentang suka cita dan bahagia.
Tentang cahaya dan gelap.
Tentang negara dan keluarga.

Saat ini terasa semakin banyak untaian aksara yang terikat.
Terasa semakin kuat pusaran antara kemunafikan dan kebebasan.
Seakan penjara ini kian meluas untuk sedetik.
Tetapi menyempit untuk sekian abad.
Sayap-sayap pun mulai menusuk kalbu.
Hendak melipat, tapi tak dapat terkembang kembali.

28 Maret 2012
*G

Ratapan Sang Setan


aku lah penghilang suka mu
aku lah kebencianmu
aku lah pengendali amarahmu
peledakmu. egomu. nafsumu

kau tak bisa menghindar
ketika aku hadir di sekitar
aku merasuki kalbumu
tak ada yang memisahkan aku dari dirimu

semua sudah musnah ketika kau mengikuti bisikanku
teruslah terjatuh, dan terhenyak di dalam kenistaan
jangan pernah bangkit dan merasakan kebaikan
karena, fisikmu hidup tapi jiwamu aku habisi

aku ada untukmu, dan kau ada untuk tipuanku
muslihatku adalah jalan panjang untukmu
bisikanku adalah kata hatimu
nistaku adalah kehidupanmu
perkataanku adalah pedomanmu
aku adalah sifatmu

jangan pernah kau pergi dariku
ketika kau pergi, kau tak lagi merasakan nikmat
nikmatku nikmat dunia
kau tak perlu memikirkan masa depan
masa depanmu adalah abstrak
bisa kau rakit sesuai keinginanku

lalu sesalilah semua, tapi jangan perbaiki
mari kita bangun semua keburukan dari semua kebaikan
hancurkan kebaikan untuk keburukan yang abadi
kita adalah teman, kita adalah kawan

Jakarta, 16 Agustus 2010
*G